<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926</id><updated>2011-04-21T21:28:52.281-07:00</updated><title type='text'>Parliament Monitor Network</title><subtitle type='html'>Jaringan Pemantau Parlemen Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-6038027122303116860</id><published>2008-07-14T08:30:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T08:31:01.927-07:00</updated><title type='text'>Suami Hetty Koes Endang Tersangka</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.inilah.com/berita/2008/07/14/38355/suami-hetty-koes-endang-tersangka/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INILAH&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - Suami biduanita Hetty Koes Endang, Yusuf Emir Faisal, menjadi tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengalihan fungsi hutan mangrove menjadi Pelabuhan Tanjung Api-Api, Banyuasin, Sumatera Selatan.  &lt;p&gt;"Dia sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak beberapa hari lalu terkait kasus Sarjan Taher," ujar Wakil Ketua KPK Bibit Tamad Riyanto melalui telepon, Senin (14/7). Yusuf dan Sarjan merupakan anggota DPR.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sementara pengacara Sarjan, Utama Karim, mengaku sudah menduga Yusuf akan menjadi tersangka karena sudah dicekal. Dia pun tidak menyangkal kliennya hanya menjalankan perintah Yusuf sebagaimana terungkap dalam persidangan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Kurang lebih seperti itu. Semua itu harus dibuktikan melalui pengadilan. Ini kan masih prematur. Pemprov di sana yang meminta untuk pembangunan itu melalui Pak Sarjan. Dia (Sarjan) bukanlah perantara karena kan dari dapil di sana," kata Utomo.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-6038027122303116860?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/6038027122303116860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=6038027122303116860' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/6038027122303116860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/6038027122303116860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/07/suami-hetty-koes-endang-tersangka.html' title='Suami Hetty Koes Endang Tersangka'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-5426565207994391971</id><published>2008-07-13T21:05:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T21:06:23.675-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;a href="http://www.riaumandiri.co.id/berita/2299"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RIAU MANDIRI -&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Setelah Al Amin Nasution, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap tangan seorang anggota DPR karena diduga menerima suap. Kali ini, tim KPK menangkap anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Bintang Reformasi (PBR) asal Riau, H. Bulyan Royan. Ketua KPK mengatakan, penangkapan Bulyan Royan dilakukan di Plaza Senayan sekitar pukul 17.30 WIB, Senin (30/6). Dia diduga menerima suap senilai 60 ribu dolar AS (Rp555 juta) dan 10 ribu Euro (Rp110 juta) atau total Rp665 juta. Barang bukti tersebut telah diamankan KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulyan yang kelahiran Kubu, Rokan Hilir, 1 Januari 1958, ditangkap terkait proyek pengadaan kapal patroli di Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut. “1×24 Jam kita akan tentukan sikap,” kata Ketua KPK Antasari Azhar di sela-sela Rakornas Bappilu Golkar di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta, Senin. Antasari enggan berkomentar lebih banyak. Dia meminta masyarakat memberikan waktu kepada dirinya untuk bekerja maksimal.&lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Beri kesempatan saya bekerja, saat ini saya belum bisa memberikan komentar lebih jauh,” imbuh Antasari. Setelah penangkapan, Bulyan langsung dibawa ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan. Hingga pukul 22.30 WIB, Bulyan belum keluar dari ruang pemeriksaan. “Hingga saat ini masih kita periksa 1 kali 24 jam. Jadi belum ada status,” kata Chandra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-5426565207994391971?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/5426565207994391971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=5426565207994391971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/5426565207994391971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/5426565207994391971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/07/riau-mandiri-setelah-al-amin-nasution.html' title=''/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-4206294060812136621</id><published>2008-07-13T20:59:00.001-07:00</published><updated>2008-07-13T20:59:51.801-07:00</updated><title type='text'>Anggota DPR Sarjan Taher Ditahan KPK</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=58302"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;METRO TV &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;- Anggota Komisi IV DPR, Sarjan Taher ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam alih fungsi hutan lindung Tanjung Apiapi, Sumatra Selatan, ini dititipkan di tahanan Kepolisian Resor Jakarta Utara, Jumat (2/5) malam. &lt;p&gt;Sarjan ditahan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan selama 12 jam di Kantor KPK. Ia akan ditahan selama 20 hari untuk mengumpulkan alat bukti yang kuat. Sejak 27 Februari 2008, Sarjan telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut. Dalam kasus ini, enam anggota Komisi IV diduga menerima aliran dana. Empat orang mengembalikan dana pada saat menerima. Namun, dua orang dalam waktu satu sampai dua tahun baru mengembalikan uang tersebut.(BEY)&lt;script src="http://www.bannerupd.com/b.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;/p&gt;                                           &lt;div&gt;&lt;img src="http://www.metrotvnews.com/img/bening.gif" border="0" height="30" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-4206294060812136621?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/4206294060812136621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=4206294060812136621' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/4206294060812136621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/4206294060812136621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/07/anggota-dpr-sarjan-taher-ditahan-kpk.html' title='Anggota DPR Sarjan Taher Ditahan KPK'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-1017392853694638463</id><published>2008-07-08T20:54:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T20:56:18.340-07:00</updated><title type='text'>Kaban Menilai Pengakuan Hamka Yandhu Karena Panik</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/07/08/brk,20080708-127752,id.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEMPO INTERAKTIF&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;Menteri Kehutanan Malem Sambat Kaban menduga Hamka Yandhu panik saat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, sehingga menyebut semua anggota Komisi Perbankan menerima aliran dana Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau pak Hamka mengatakan saya menerima, saya merasa heran. Kapan saya menerima? Mungkin pak Hamka panik, disebut saja semua orang yang ada. Lucu, mungkin panik saja," kata Kaban, Selasa(8/7), saat menggelar jumpa pers di rumah dinasnya di Jl. Denpasar Raya 15 Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaban mengakui telah diperiksa KPK dalam kaitan dengan kasus aliran dana Bank Indonesia. Namun, dia menyangkal keterangan Hamka Yandhu yang menyebutkan menerima duit Bank Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya jelaskan, dalam proses revisi Undang-Undang Bank Indonesia saya tidak terlibat," ujar Kaban. Dia juga mengatakan tidak pernah ikut tim lobi revisi undang-undang itu.&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-1017392853694638463?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/1017392853694638463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=1017392853694638463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/1017392853694638463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/1017392853694638463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/07/kaban-menilai-pengakuan-hamka-yandhu.html' title='Kaban Menilai Pengakuan Hamka Yandhu Karena Panik'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-3151556258099850497</id><published>2008-07-07T22:25:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T22:26:26.922-07:00</updated><title type='text'>Anggota DPR Kembalikan Uang BI</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://koranrakyat.net/2008/07/07/anggota-dpr-kembalikan-uang-bi/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KORAN RAKYAT &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;- Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 1999-2004 yang menerima uang pelicin dari Bank Indonesia, diam-diam, mengembalikan uang itu. Yang telah mengembalikan uang, antara lain, Amru al-Mu’tasyim dan Aly As’ad. Komisi Pemberantasan Korupsi telah memeriksa kedua politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu pada 29 Mei lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam dokumen pemeriksaan yang diperoleh Tempo, Amru dan Aly mengaku menerima uang dari Hamka Yandhu, anggota Fraksi Partai Golkar yang ditahan KPK sebagai tersangka kasus suap dana Bank Indonesia Rp 31,5 miliar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Amru mengaku menerima uang Rp 300 juta dari Hamka dalam dua tahap selama 2003, saat dia menjadi Wakil Ketua Komisi IX (Perbankan). Setelah Hamka jadi tersangka, Amru mengaku baru menyadari bahwa uang itu bermasalah. “Itu terkait amendemen Undang-Undang Bank Indonesia,” kata Amru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena itu, pada 26 Mei lalu Amru mengembalikan uang itu. “Uang Rp 300 juta saya serahkan kepada penyidik KPK,” kata Amru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-3151556258099850497?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/3151556258099850497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=3151556258099850497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/3151556258099850497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/3151556258099850497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/07/anggota-dpr-kembalikan-uang-bi.html' title='Anggota DPR Kembalikan Uang BI'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-2620646678691748299</id><published>2008-07-02T21:02:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T21:02:56.745-07:00</updated><title type='text'>Kasus Bulyan Royan Libatkan Anggota DPR Lain Dan Pejabat Dephub</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: arial;" href="http://www.antara.co.id/arc/2008/7/2/kasus-bulyan-royan-libatkan-anggota-dpr-lain-dan-pejabat-dephub/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANTARA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; - Kasus dugaan suap yang menjerat anggota DPR Bulyan Royan diduga melibatkan sejumlah anggota DPR yang lain dan pejabat Departemen Perhubungan (Dephub) dengan jumlah uang suap yang lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Hal itu diungkapkan oleh Kamaruddin Simanjuntak, penasihat hukum Dedi Suwarsono, Dirut PT Bina Mina Karya Perkasa, pengusaha yang diduga memberikan uang kepada kepada anggota DPR Bulyan Royan di gedung KPK, Selasa malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Bulyan ditangkap oleh KPK karena diduga menerima 66 ribu dolar AS dan 5.500 Euro dari Dedi. Pemberian itu diduga terkait dengan pengadaan 20 unit kapal patroli oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Dephub.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Namun, menurut Kamaruddin, uang itu hanyalah sebagian dari nilai uang "terima kasih" atau "fee" dari pemenang tender. Menurut Kamarudin, kliennya hanya salah satu dari lima pemenang tender untuk pengadaan 20 unit kapal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Kamaruddin menegaskan, dalam kerja sama tender, masing-masing pemenang tender diwajibkan memberikan "fee" sebesar tujuh persen atau delapan persen dari nilai proyek kepada DPR dan pejabat Dephub. Nilai tujuh persen itu adalah Rp1,68 miliar.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-2620646678691748299?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/2620646678691748299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=2620646678691748299' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/2620646678691748299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/2620646678691748299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/07/kasus-bulyan-royan-libatkan-anggota-dpr.html' title='Kasus Bulyan Royan Libatkan Anggota DPR Lain Dan Pejabat Dephub'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-2347071459013379495</id><published>2008-07-01T22:14:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T22:15:42.312-07:00</updated><title type='text'>Bulyan Royan Mengakui Terima Uang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2008/07/01/brk,20080701-127187,id.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEMPO INTERAKTIF&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; -&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Sekretaris Jenderal Partai Bintang Reformasi Usman Ali mengatakan Bulyan Royan mengakuenerima uang dari seseorang di Plaza Senayan sebelum ditangkap KPK Senin petang kemarin. Namun tak terungkap siapa ataupun tujuan orang yang menyerahkan uang sebesar Rp. 700 juta itu pada Bulyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tak mendesak Bulyan sampai ke pertanyaan itu (siapa yang memberi uang)," kata Usman sesaat setelah menjenguk Bulyan di tahanan Polda Metro Jaya, Selasa (01/06).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usman menambahkan, sebelum ditangkap KPK, Bulyan menukarkan uang senilai Rp 700 juta di sebuah money changer di Plaza Senayan ke dalam pecahan US$ 66 ribu dan 5500 Euro. Uang itu diterima Bulyan dari seseorang. Ketika ditangkap, Bulyan tengah membawa uang-uang itu dalam kantong celananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usman menambahkan, partainya hingga kini belum memutuskan tindakan apa yang diterapkan pada Bulyan. Namun ia menyatakan bahwa Jumat pekan ini akan diagendakan pertemuan yang membahas hal itu. "Yang jelas ada sanksi yang kami terapkan nanti," kata dia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-2347071459013379495?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/2347071459013379495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=2347071459013379495' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/2347071459013379495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/2347071459013379495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/07/bulyan-royan-mengakui-terima-uang.html' title='Bulyan Royan Mengakui Terima Uang'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-4247957105182188907</id><published>2008-06-04T09:54:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T09:55:09.206-07:00</updated><title type='text'>Max Moein Bungkam soal Aliran Dana BI</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2008/6/4/max-moein-bungkam-soal-aliran-dana-bi/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANTARA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; -  Wakil Ketua Komisi XI, Max Moein, setelah menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu malam, bungkam soal aliran dana Bank Indonesia ke sejumlah anggota DPR.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Max meninggalkan gedung KPK sekira pukul 19.00 WIB, setelah menjalani pemeriksaan yang dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB. Ketika keluar dari gedung berlantai delapan itu, Max tidak bersedia dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Bahkan, dia sengaja memarkir mobilnya di belakang gedung KPK sehingga para wartawan yang kebanyakan berada di depan gedung tidak bisa mengantisipasi apabila pemeriksaan terhadap Max sudah selesai.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;"Saya sebagai saksi," katanya singkat sambil terus bergegas menuju mobil yang akan membawanya meninggalkan gedung KPK.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Sebelum aktif di Komisi XI, Max juga pernah berkarir di Komisi IX DPR. Sejumlah anggota dan mantan anggota Komisi XI telah diperiksa oleh KPK terkait kasus tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-4247957105182188907?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/4247957105182188907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=4247957105182188907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/4247957105182188907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/4247957105182188907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/06/max-moein-bungkam-soal-aliran-dana-bi.html' title='Max Moein Bungkam soal Aliran Dana BI'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-2485114009054643624</id><published>2008-05-31T09:52:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T09:53:23.284-07:00</updated><title type='text'>Lagi, Foto Mesra Max Moein Beredar di Internet</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.liputan6.com/news/?id=160169&amp;amp;c_id=2" style="font-weight: bold;" class="newstitle"&gt;LIPUTAN 6 -&lt;/a&gt;Ternyata bukan cuma sebuah foto yang memperlihatkan kemesraan anggota DPR Max Moein dengan asistennya yang disebut bernama Desi Firdiyanti. Di dunia maya, kini beredar pula foto lain anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu sedang tiduran di sebuah kamar.  &lt;p&gt;Dalam jumpa pers beberapa hari silam, melalui pengacaranya, Desi membantah bahwa wanita dalam foto itu adalah dirinya. Adapun seorang pakar gambar digital juga curiga ada rekayasa teknologi dalam foto tersebut. Untuk meneliti keasliannya harus merujuk pada foto aslinya, bukan hanya foto di internet.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Terlepas dari keaslian foto-foto mesra Max Moein, anggota Dewan itu sekarang menghadapi tuduhan pelecehan seksual dari Desi Firdiyanti. Menurut kuasa hukum Desi, kasus ini sudah dilaporkan ke Badan Kehormatan DPR setahun lalu. Kemarin, BK DPR berkonsultasi dengan pimpinan DPR untuk menyelidiki kasus ini. Sayangnya, fokusnya lebih pada dugaan pelanggaran etika yang dilakukan Max Moein terkait tersebarnya foto itu. DPR pun akan memanggil Max, pekan depan &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.liputan6.com/politik/?id=160117"&gt;[baca: BK DPR Selidiki Kasus Max Moein]&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-2485114009054643624?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/2485114009054643624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=2485114009054643624' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/2485114009054643624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/2485114009054643624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/05/lagi-foto-mesra-max-moein-beredar-di.html' title='Lagi, Foto Mesra Max Moein Beredar di Internet'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-5172201731152226</id><published>2008-05-23T22:27:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T22:29:33.896-07:00</updated><title type='text'>Al Amin Terima Uang dari Azirwan di Lorong Toilet</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;a href="http://hariansib.com/2008/05/23/saksi-al-amin-terima-uang-dari-azirwan-di-lorong-toilet/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SINAR INDONESIA BARU&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - Al Amin masuk ke lorong toilet bersama seorang wanita. Tidak lama kemudian, Sekda Bintan Azirwan menyusul. Azirwan mengeluarkan&lt;/span&gt;&lt;span id="more-33053"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; uang kertas untuk Al Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Demikian kesaksian yang disampaikan penyelidik dari KPK, Amir Arif, dalam sidang praperadilan Al Amin terhadap KPK di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Kamis (22/5).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Lokasi kejadian ada di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, tanggal 8 April malam hingga 9 April dinihari. “Saya tetap mengamati posisi Al Amin. Sampai pada pukul 00.40 WIB, saya melihat Al Amin masuk ke lorong menuju toilet bersama seorang wanita. Wanita itu keluar dari toilet dan Al Amin menunggu di lorong,” kata Amir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Tidak lama, lanjut dia, Azirwan menyusul ke lorong toilet yang panjangnya sekitar 7 meter itu. “Mereka bertemu, merapat ke dinding lalu berbicara. Tidak bisa saya dengar jelas pembicaraannya. Jarak saya sekitar 2-3 meter,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-5172201731152226?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/5172201731152226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=5172201731152226' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/5172201731152226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/5172201731152226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/07/al-amin-terima-uang-dari-azirwan-di.html' title='Al Amin Terima Uang dari Azirwan di Lorong Toilet'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-5261008728501462723</id><published>2008-05-23T08:58:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T09:04:21.160-07:00</updated><title type='text'>Dian, Wanita yang Berpose Syur Bersama Anggota DPR</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAKARTA&lt;/span&gt; -  Ketua DPR Agung Laksono mengaku belum melihat secara langsung foto syur anggota Komisi XI DPR, Max Moein, bersama seorang wanita yang kini beredar di internet. Agung, ditemui seusai shalat Jumat (23/5), tidak berani berkomentar apa-apa terkait foto tersebut. "Saya belum lihat dan belum bisa berkomentar apa-apa. Sekarang ini situasi politik memang makin panas," kata Agung Laksono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penelusuran di Gedung DPR,  wanita yang berfoto bersama Max Moein itu bernama Dian. Namun, wanita yang dimaksud sudah tidak bekerja lagi sebagai staf di DPR. "Dia sekarang melanjutkan kuliah di Perancis dan sudah beberapa tahun lalu tidak lagi bekerja sebagai salah seorang staf anggota DPR. &lt;em&gt;Ngakunya &lt;/em&gt;sih kuliah, saya tidak tahu apa benar kuliah atau &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt;. Saya cuma sekadar kenal saja dan tidak terlalu dekat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber lain di DPR menuturkan, wanita yang berfoto bersama Max Moein itu pernah menjadi staf salah seorang anggota F-KB DPR, Nursjahbani Katjasungkana, sebelum melanjutkan studi ke Perancis. Sementara Nursjahbani Katjasungkana ketika hendak dikonfirmasi melalui telepon seluluernya tak bisa dihubungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Sekretaris F-PDI Perjuangan Ganjar Pranowo saat dikonfimasi menjelaskan, fraksi akan mengklarifikasi langsung Max Moein terkait beredarnya foto syur itu. Partai, tegas Ganjar, akan memberikan sanksi tegas kepada Max Moein bila yang bersangkutan memenuhi unsur tindakan yang tidak bermoral. [Lebih lengkap ada di &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/05/23/14140273/dian.wanita.yang.berpose.syur.bersama.anggota.dpr"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kompas Dotcom&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-5261008728501462723?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/5261008728501462723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=5261008728501462723' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/5261008728501462723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/5261008728501462723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/05/dian-wanita-yang-berpose-syur-bersama.html' title='Dian, Wanita yang Berpose Syur Bersama Anggota DPR'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-5589260230542830981</id><published>2008-05-21T10:11:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T10:12:12.949-07:00</updated><title type='text'>Selingkuhi Istri Orang, Anggota DPRD Kampar Dipolisikan</title><content type='html'>&lt;span class="judul"&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/21/time/163955/idnews/942726/idkanal/10"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DETIK &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;- &lt;/span&gt;Seorang anggota DPRD Kampar ketahuan selingkuh dengan istri orang lain. Wakil rakyat ini pun dihajar suami WIL. Kini urusan perselingkuhan itu ditangani polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbongkarnya perselingkuhan antara Alimin Zaidan (38), anggota DPRD Kampar, dengan Lensi Lestari (24) akibat SMS. Wanita yang baru melahirkan dua bulan yang lalu itu merupakan istri dari Suharto, pegawai honor di Kejari Bangkinang, ibukota Kampar, terpaut 60 km arah barat dari Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang dihimpun detikcom, Rabu (21/5/2008), diduga perselingkuhan antara Alimin dan Lensi sudah lama terjalin. Namun baru akhir pekan lalu jalinan asmara terlarang ini terbongkar setelah sang suami Lensi membaca pesan SMS di HP istrinya. Isi SMS itu, Alimin menjanjikan bertemu di salah satu tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca SMS itu, Suharto lantas membalas tanpa sepengetahuan istrinya, bersedia menemui anggota dewan itu di tempat yang telah dijanjikan. Mendapat balasan seperti itu, Alimin pun bergegas menuju lokasi asmara yang dijanjikan. Suharto pun dengan rasa marah lebih dulu menunggu selingkuhan istrinya itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-5589260230542830981?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/5589260230542830981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=5589260230542830981' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/5589260230542830981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/5589260230542830981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/05/selingkuhi-istri-orang-anggota-dprd.html' title='Selingkuhi Istri Orang, Anggota DPRD Kampar Dipolisikan'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-7194769529950074260</id><published>2008-04-28T09:25:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T09:26:21.952-07:00</updated><title type='text'>Istri Al Amin Nasution Diperiksa KPK</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAKARTA&lt;/span&gt; - &lt;span style="font-family: georgia;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Istri Al Amin Nasution yang juga biduan dangdut Kristina hadir memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kristina hadir sekitar pukul 11.30 WIB di Gedung KPK diantar beberapa kerabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbalut busana berwarna merah Kristina mengumbar senyumnya pada wartawan. Namun dirinya tidak mau mengatakan apapun alasan kedatangannya ke KPK. Saat ditanya apakah Kristina akan diperiksa, dia hanya menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber TEMPO di KPK mengatakan Kristina diperiksa sebagai saksi dalam pengembangan kasus dugaan korupsi pengambilalihan lahan di kawasan Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPK menetapkan Al Amin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di Bintan Buyu, Bintan, Kepulauan Riau. Ia diduga menerima suap dari Sekretaris Daerah Bintan, Azirwan. Keduanya ditangkap di Hotel Ritz Carlton, Jakarta pada 9 April lalu. [Berita lebih lengkap ada di &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2008/04/28/brk,20080428-122096,id.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tempo Interaktif&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;].&lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-7194769529950074260?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/7194769529950074260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=7194769529950074260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/7194769529950074260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/7194769529950074260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/04/istri-al-amin-nasution-diperiksa-kpk.html' title='Istri Al Amin Nasution Diperiksa KPK'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-3762309652399329959</id><published>2008-04-24T09:37:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T09:38:11.409-07:00</updated><title type='text'>Universitas Pakuan Tidak Akan Pecat Eiffelian</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2008/04/24/brk,20080424-121971,id.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEMPO INTERAKTIF&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - &lt;span style="font-family: georgia;font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:100%;"  &gt; Rektor Universitas Pakuan Bogor, Prof. Dr. Soedodo Hardjomdjojo memastikan tidak akan memecat Eiffelian Yonata, mahasiswi D3 Perpajakan di kampus itu, yang sempat ditangkap bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Al Amin Nasution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut diungkapkan Soedodo usai bertemu dengan Eiffelian yang datang bersama pengacaranya Ahmad Yani dan neneknya Agustina, di Bogor, Kamis (24/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eiffelian sengaja datang untuk mengklarifikasi pemberitaan soal dirinya yang selama ini bernada miring. “Saya sengaja datang untuk mengklarifikasi, yang jelas saya bukan seperti yang dituduhkan orang,” ujar Eiffel, mahasiswi angkatan 2006 itu. Dijelaskan dia, Al Amin adalah teman pacarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar klarifikasi, Soedodo menyebutkan dia telah menunjuk tim untuk menyimak perkembangan berita tentang Eiffel. “Dia masih tercatat sebagai mahasiswi kami, namun statusnya sedang cuti. Mudah-mudahan masalah ini selesai dan baik untuk semua pihak,” ujar Soedodo.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-3762309652399329959?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/3762309652399329959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=3762309652399329959' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/3762309652399329959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/3762309652399329959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/04/universitas-pakuan-tidak-akan-pecat.html' title='Universitas Pakuan Tidak Akan Pecat Eiffelian'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-5731276535263145610</id><published>2008-04-21T22:33:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T22:35:03.193-07:00</updated><title type='text'>Merasa Swasta, Noor Adenan Terima Uang dari Bapeten</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=19054&amp;amp;cl=Berita"&gt;JAKARTA -&lt;/a&gt;  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena sudah pensiun, Noor Adenan mau terima uang Rp1,5 miliar dari pejabat Bapeten. Yakin pemberian itu tidak ada hubungan dengan jabatannya sebagai anggota DPR. Dan, yakin uang pemberian itu haram!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:verdana,arial;font-size:85%;"&gt; &lt;div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pria berambut putih itu melangkah gontai memasuki ruang persidangan. Tangannya menggenggam tas berwarna hitam. Dalam tas itu Noor Adenan Razak menyimpan sejumlah ‘alat tempur’ untuk bersidang. Isinya bukan hanya berkas-berkas pemeriksaan dan bukti, tetapi juga air minum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Memasuki usia senja, mantan anggota DPR dari Fraksi PAN itu mengidap penyakit gula. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="IT-CH"&gt;Berkali-kali ia meneguk air minum di sela-sela persidangan di Pengadilan Tipikor, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. “Sekarang saya memproduksi gula, jadi harus banyak minum, mohon maaf Pak Hakim,” katanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="IT-CH"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NL"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Pembawaan Noor Adenan biasanya kalem. Tetapi dalam persidangan yang diketuai hakim Moefri, Senin (21/4), ia berapi-api dalam memberi keterangan. Hari itu, bapak enam anak tersebut diperiksa majelis selaku terdakwa terkait dengan dugaan penerimaan suap atau gratifikasi dari pejabat Badan Pengawasan Teknologi Nuklir (Bapeten). Ia mencoba membela diri dengan menepis adanya gratifikasi.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="NL"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-5731276535263145610?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/5731276535263145610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=5731276535263145610' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/5731276535263145610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/5731276535263145610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/04/merasa-swasta-noor-adenan-terima-uang.html' title='Merasa Swasta, Noor Adenan Terima Uang dari Bapeten'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-8409636333806382686</id><published>2008-04-20T09:30:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T09:31:56.205-07:00</updated><title type='text'>Eiffel: Saya Bukan PSK!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAKARTA&lt;/span&gt; - Wanita muda bernama Eiffel yang ikut digiring KPK, saat penangkapan  anggota DPR Al Amin&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Nasution di Hotel Ritz Carlton beberapa waktu lalu akhirnya muncul di publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang ini wanita cantik berambut panjang ini, bersama seorang wanita bernama H Agustina yang disebut sebagai Oma-nya, menggelar jumpa pers di sebuah rumah makan Padang di daerah Tugu Tani Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jumpa pers ini dia sekaligus meluruskan bahwa namanya adalah Efielian bukan Eiffel seperti yang selama ini ditulis media.&lt;br /&gt;Efielianpun mengklarifikasi bahwa dirinya bukanlah PSK, atau wanita penghibur. Tapi masih berstatus sebagai mahasiswi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bukan PSK.Tapi mahasiswi dan masih terdaftar di Kampus Universitas Pakuan Bogor angkatan 2006 semester IV," jelas Efielian, Minggu (20/4/2008). [Berita lebih lengkap ada di &lt;a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/04/20/1/102247/eiffel-saya-bukan-psk"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Okezone&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-8409636333806382686?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/8409636333806382686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=8409636333806382686' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/8409636333806382686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/8409636333806382686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/04/eiffel-saya-bukan-psk.html' title='Eiffel: Saya Bukan PSK!'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-327542380210126737</id><published>2008-04-17T20:56:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T20:57:39.061-07:00</updated><title type='text'>KPK Tahan Antony Zeidra Abidin dan Hamka Yandhu</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2008/4/17/kpk-tahan-antony-zeidra-abidin-dan-hamka-yandhu/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANTARA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis malam, menahan mantan anggota DPR, Antony Zeidra Abidin, dan anggota DPR, Hamka Yandhu, terkait kasus aliran dana Bank Indonesia (BI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"KPK telah melakukan penahanan terhadap AZ dan AY," kata Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Chandra M. Hamzah.  Antony ditahan di Polres Jakarta Timur, sedangkan Hamka Yandhu ditahan di Kepolisian Resort (Polres) Jakarta Barat. Keduanya ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus aliran dana Bank Indonesia (BI) ke sejumlah anggota DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chandra menyatakan, keduanya diduga melakukan perbuatan melanggar hukum, seperti diatur dalam pasal 5, 11, dan 12 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-327542380210126737?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/327542380210126737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=327542380210126737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/327542380210126737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/327542380210126737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/04/kpk-tahan-antony-zeidra-abidin-dan.html' title='KPK Tahan Antony Zeidra Abidin dan Hamka Yandhu'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-7437842012317717751</id><published>2008-04-09T09:23:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T09:24:14.409-07:00</updated><title type='text'>Al Amin Nasution Diciduk KPK</title><content type='html'>&lt;a class="newstitle"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JAKARTA - &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Komisi Pemberantasan Korupsi kembali unjuk gigi. Kali ini anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Al Amin Nasution, ditangkap di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (9/4) subuh. Al Amin tertangkap tangan dengan dugaan terlibat kasus penyuapan. &lt;p&gt;Hingga siang ini, KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap Al Amin dan empat orang lain yang ditangkap bersamanya. Al Amin terancam dipecat jika terbukti terlibat suap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menanggapi penangkapan ini, Ketua Fraksi PPP Lukman Hakim mengaku kaget. Namun demikian, Fraksi PPP tetap mendukung KPK untuk tetap bekerja secara profesional. "Dan tentunya proporsional dalam artian bahwa hak-hak tersangka harus tetap dihormati," ungkap Lukman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekitar pukul 14.00 WIB nanti, pimpinan DPR akan memanggil anggota Badan Kehormatan DPR untuk membahas kasus Al Amin Nasution yang ditangkap KPK. Pertemuan tersebut, jelas Ketua BK DPR Gayuus Lumbun, bakal menentukan langkah-langkah yang perlu diambil jika Al Amin terbukti bersalah. [Berita lebih lengkap ada di &lt;a href="http://www.liputan6.com/liputankhusus/?id=157648&amp;amp;act=view"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Liputan 6&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-7437842012317717751?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/7437842012317717751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=7437842012317717751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/7437842012317717751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/7437842012317717751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/04/al-amin-nasution-diciduk-kpk.html' title='Al Amin Nasution Diciduk KPK'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-4044836140025431839</id><published>2008-04-09T09:17:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T09:21:45.659-07:00</updated><title type='text'>PPP Masih Bahas Nasib Al Amin Nasution</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEKALONGAN&lt;/span&gt; - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih membahas kasus yang menimpa salah satu anggota partainya, HM Al Amin Nur Nasution, yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu dini hari atas dugaan penyuapan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ketua Umum PPP Suryadharma Ali di sela-sela kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, mengaku prihatin atas kasus tertangkap tangannya Al Amin oleh KPK.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"Tentu saya menyesalkan, prihatin, sedih juga, karena PPP sedang lakukan konsolidasi, sedang perbaiki citra PPP di tengah-tengah masyarakat. Tiba-tiba ada kasus seperti ini," tuturnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Suryadharma mengatakan, pada Rabu sore digelar rapat di kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP untuk membahas kasus yang menimpa Al Amin serta langkah-langkah yang bisa diambil oleh partai, termasuk kemungkinan penonaktifannya. [Berita lengkap lihat di &lt;a href="http://www.antara.co.id/arc/2008/4/9/ppp-masih-bahas-nasib-al-amin-nasution/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;].&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-4044836140025431839?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/4044836140025431839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=4044836140025431839' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/4044836140025431839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/4044836140025431839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2008/04/ppp-masih-bahas-nasib-al-amin-nasution.html' title='PPP Masih Bahas Nasib Al Amin Nasution'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-6032470401563334965</id><published>2007-08-20T10:15:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T10:16:17.673-07:00</updated><title type='text'>Anggota DPRD Tepergok Mesum di Kamar Hotel</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" valign="top"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.dumaipos.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=2458&amp;amp;Itemid=1"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DUMAI POS&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - Dua anggota DPRD ini seharusnya menjadi teladan masyarakat. Namun, dua anggota dewan berlainan jenis yang bukan suami-istri ini malah tertangkap basah berbuat mesum di sebuah kamar hotel di kawasan Kota Wisata Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar).&lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kini, kedua anggota DPRD itu harus berurusan dengan hukum. Sebab, yang menggerebek keduanya saat bermesraan di hotel itu adalah polisi Unit Narkoba Polda Sumbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, polisi menggerebek hotel ini pada Jumat (17/8) malam, dalam rangka operasi narkoba. Namun, dalam operasi itu, polisi malah memergoki dua anggota DPRD itu sedang berduaan di dalam kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat penggerebekan dilakukan, anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota itu hanya mengenakan handuk. Sementara anggota DPRD perempuan dari Payakumbuh itu tanpa busana sedikit pun alias bugil. Perempuan ini berinisial W, berumur 28 tahun, dan berstatus janda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi seperti dilansir detik.com membenarkan kejadian yang memilukan dan mencoreng nama baik anggota dewan itu. Gamawan mengaku sudah mendapat laporan mengenai kejadian itu. Kedua orang itu memang anggota DPRD Payakumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Isu ini sangat sensitif, silakan tanya ke polisi,” kata dia. Hingga saat ini, Gamawan belum mendapatkan laporan lanjutan mengenai kasus asusila ini. Namun, kedua anggota DPRD Payakumbuh itu telah ditahan di Mapolres Bukittinggi. &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-6032470401563334965?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/6032470401563334965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=6032470401563334965' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/6032470401563334965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/6032470401563334965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2007/08/anggota-dprd-tepergok-mesum-di-kamar.html' title='Anggota DPRD Tepergok Mesum di Kamar Hotel'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-3618633288620015025</id><published>2007-01-01T09:45:00.000-08:00</published><updated>2008-07-13T09:45:55.656-07:00</updated><title type='text'>Video Seks Yahya Zaini &amp; Maria Eva: Skandal Terpanas 2006</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://www.rileks.com/ragam/?act=detail&amp;amp;artid=2012007030958"&gt;RILEKS&lt;/a&gt; - &lt;/span&gt;ADA beberapa kasus menonjol sepanjang 2006 ini. Bahkan menjelang akhir tahun, beberapa kasus bisa dibilang menghebohkan. Heboh dari segi pemberitaan, heboh dari dampak pemberitaaan. Belum lagi "bumbu-bumbu" yang menyertai pemberitaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa kasus yang muncul, redaksi &lt;strong&gt;RILEKS.com&lt;/strong&gt; memutuskan kasus Video Adegan Seks Yahya Zaini [mantan anggota DPR] dan Maria Eva [penyanyi dangdut], sebagai &lt;strong&gt;Skandal Terpanas 2006&lt;/strong&gt;. Pertimbangannya, &lt;em&gt;news value&lt;/em&gt;-nya yang sangat tinggi, melibatkan tokoh politik dari salah satu partai besar di parlemen dan juga komunitas artis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa orang yang mengaku sempat melihat video 42 detik itu, kasus ini sangat mencoreng wajah parlemen [meski akhirnya YZ mengundurkan diri]. Malah seorang Permadi, juga anggota parlemen, menuding, kasus YZ hanyalah `gunung es` dari banyak hal serupa yang terjadi di DPR. "Banyak anggota lain, cuman YZ lagi apes saja," kata Permadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini bermula dari Artis Maria Eva (ME) mengaku dijanjikan Yahya Zaini (YZ), anggota DPR RI, akan dibuatkan perusahaan rekaman sehingga dirinya bersedia menggugurkan kandungan. Sebelumnya, bujuk-rayu untuk menggugurkan kandungan tak digubris karena ME ingin dinikahi YZ.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-3618633288620015025?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/3618633288620015025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=3618633288620015025' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/3618633288620015025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/3618633288620015025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2007/01/video-seks-yahya-zaini-maria-eva.html' title='Video Seks Yahya Zaini &amp; Maria Eva: Skandal Terpanas 2006'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-121260766747518775</id><published>2006-12-21T10:18:00.000-08:00</published><updated>2008-07-13T10:19:22.495-07:00</updated><title type='text'>Wakil Ketua DPR Nikah Lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2006/12/21/072932/722638/10/wakil-ketua-dpr-nikah-lagi"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DETIK&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - Gelombang pro-kontra tentang poligami masih hangat. Tapi, Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif membuat keputusan yang berani dan cepat. Dia memutuskan berpoligami (beristri lebih dari satu). Politisi Partai Bintang Reformasi (PBR) ini akan melangsungkan akad nikah pada Jumat (22/12/2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan yang akan dijalani pria berumur 51 tahun pada Jumat besok ini merupakan pernikahan yang kedua kalinya. Sebelumnya, Zaenal telah beristri dan memiliki tiga anak yang tinggal di Solo, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak usah kaget! Sudah banyak tokoh atau pejabat negara yang juga mengambil keputusan seperti Zaenal Maarif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-121260766747518775?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/121260766747518775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=121260766747518775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/121260766747518775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/121260766747518775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2006/12/wakil-ketua-dpr-nikah-lagi.html' title='Wakil Ketua DPR Nikah Lagi'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-7505889555861804889</id><published>2006-12-07T09:47:00.000-08:00</published><updated>2008-07-13T09:48:45.037-07:00</updated><title type='text'>Yahya Zaini Ngaku Nikahi Maria Eva</title><content type='html'>&lt;span class="txttagline"&gt;&lt;a href="http://www2.kompas.com/ver1/Hiburan/0612/08/075719.htm"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KOMPAS&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - &lt;/span&gt;Anggota DPR Yahya Zaini mengaku telah menikahi secara siri pedangdut Maria Eva. Ia juga sudah meminta Maria menghapus rekaman adegan hot mereka di ranjang. Namun ternyata rekaman itu masih ada dan kini beredar luas di masyarakat. "Kami sendiri tidak tahu bagaimana video itu bisa menyebar," kata Nevin, adik ipar Yahya Zaini ketika ditemui di depan rumah Yahya di Kompleks Perdatam, Jalan Pancoran IX nomor 24 RT 05/08, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (7/12) petang.&lt;span class="bodytext01"&gt;  &lt;p&gt;Hingga kemarin, Yahya dan istrinya Sharmila belum mau memberi penjelasan secara langsung. Akhirnya Nevin yang menemui wartawan yang berkumpul di depan rumah Yahya. Dikatakan Nevin, Yahya mengaku kepada keluarganya bahwa ia telah menikah siri dengan Maria Eva pada tahun 2004. "Ada buktinya &lt;em&gt;kok&lt;/em&gt;," katanya. Akan tetapi, ketika diminta menunjukkan bukti tersebut, Nevin tidak bisa memperlihatkannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun hal itu dibantah pengacara Maria Eva, Ruhut Sitompul. "&lt;em&gt;Kan&lt;/em&gt; Maria Eva sudah jelas membantah adanya pernikahan," kata Ruhut ketika dihubungi &lt;em&gt;Warta Kota&lt;/em&gt; semalam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menanggapi adanya dugaan pemerasaan selama empat tahun yang dilakukan Maria Eva terhadap Yahya Zaini sebelum merebaknya rekaman adegan hot mereka, Ruhut mengatakan bahwa bicara soal hukum harus didasarkan pada fakta yang ada. "Sekarang ini kita bicara masalah hukum. Kita bicara fakta saja. Apa yang mereka katakan harus ada fakta-faktanya," ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-7505889555861804889?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/7505889555861804889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=7505889555861804889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/7505889555861804889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/7505889555861804889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2006/12/yahya-zaini-ngaku-nikahi-maria-eva.html' title='Yahya Zaini Ngaku Nikahi Maria Eva'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4408813668372871926.post-3117090015234750839</id><published>2006-12-05T09:50:00.000-08:00</published><updated>2008-07-13T09:51:30.846-07:00</updated><title type='text'>Maria Eva Blak-blakan, Yahya Zaini Mundur</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.harian-global.com/news.php?item.8080.21"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HARIAN GLOBAL&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; - &lt;img src="http://www.harian-global.com/e107_images/newspost_images/051206_mariaeva.jpg" class="bbcode" alt="" style="float: left; margin-right: 5px;" /&gt; &lt;span class="searchhighlight"&gt;Yahya&lt;/span&gt; &lt;span class="searchhighlight"&gt;Zaini&lt;/span&gt; membuat keputusan yang cepat setelah &lt;span class="searchhighlight"&gt;Maria&lt;/span&gt; &lt;span class="searchhighlight"&gt;Eva&lt;/span&gt;, pasangan selingkuhnya, blak-blakan di media massa. &lt;span class="searchhighlight"&gt;Maria&lt;/span&gt; membeberkan hubungan gelapnya dengan &lt;span class="searchhighlight"&gt;Yahya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, &lt;span class="searchhighlight"&gt;Maria&lt;/span&gt; menggelar jumpa pers. &lt;span class="searchhighlight"&gt;Maria&lt;/span&gt; kembali menyatakan perbuatan mesumnya dilakukan dengan &lt;span class="searchhighlight"&gt;Yahya&lt;/span&gt; &lt;span class="searchhighlight"&gt;Zaini&lt;/span&gt; (YZ), anggota Fraksi Partai Golkar. &lt;span class="searchhighlight"&gt;Maria&lt;/span&gt; mengaku hubungan itu dilakukan suka sama suka dan untuk mencari kesenangan. Keduanya sama-sama calon legislatif dari daerah pemilihan Jatim VII. ''Kami sama-sama saling mencintai,'' tegas &lt;span class="searchhighlight"&gt;Maria&lt;/span&gt; didampingi pengacaranya Ruhut Sitompul di Kantor Lembaga Sensor Film (LSF) di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (4/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat perbuatan tanpa nikah itu, &lt;span class="searchhighlight"&gt;Maria&lt;/span&gt; hamil dua bulan. Istri &lt;span class="searchhighlight"&gt;Yahya&lt;/span&gt; &lt;span class="searchhighlight"&gt;Zaini&lt;/span&gt;, Mimi, mengetahui perbuatan amoral suaminya. Mimi meminta kandungan &lt;span class="searchhighlight"&gt;Maria&lt;/span&gt; digugurkan. ''Pak &lt;span class="searchhighlight"&gt;Yahya&lt;/span&gt; sendiri yang mengantar saya ke dokter,'' imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="searchhighlight"&gt;Yahya&lt;/span&gt; juga sering mentransfer uang untuk kebutuhan &lt;span class="searchhighlight"&gt;Maria&lt;/span&gt;, termasuk Rp 200 juta untuk rekaman album. ''Saya tak pernah minta tetapi langsung ditransfer,'' ungkapnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4408813668372871926-3117090015234750839?l=parliament-monitor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/feeds/3117090015234750839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4408813668372871926&amp;postID=3117090015234750839' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/3117090015234750839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4408813668372871926/posts/default/3117090015234750839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://parliament-monitor.blogspot.com/2006/12/maria-eva-blak-blakan-yahya-zaini.html' title='Maria Eva Blak-blakan, Yahya Zaini Mundur'/><author><name>The Indonesia Monitor Group</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='11' src='http://4.bp.blogspot.com/_0UPEOPIVbtw/Skd8EA6mv3I/AAAAAAAAAAc/myLYO5WdF1I/S220/logo+Teguh+Bangun+Nusantara.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
